blog*spot
canEdit = new Array();
blog*spot
get rid of this ad | advertise here
ilang sayang
Kita tak akan pernah menjadi sempurna seperti yang kita impikan, tapi apa salahnya jika kita mencoba menjadi sempurna (By.Ibeng)Kita tak akan pernah menjadi sempurna seperti yang kita impikan, tapi apa salahnya jika kita mencoba menjadi sempurna (By.Ibeng)
Mirc Channel Mojok

Silakan Anda Mengisi Pesan Disini
Nama :
Situs :
Pesan :
Friday, May 07, 2004
Rekonstruksi Peradaban untuk Melawan Terorisme
 


Dialog peradaban yang akhir-akhir ini sering ditawarkan oleh berbagai pihak diyakini sebagai solusi efektif untuk menetralisasi terorisme. Sayangnya proses tersebut hanya dilakukan pada kalangan terbatas, yaitu para intelektual. Sementara itu, tokoh-tokoh masyarakat yang langsung bersentuhan dengan grass root dan memiliki masalah dengan westernisasi tidak banyak terlibat di dalamnya. Jadi hasil dari dialog tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap saling memahami.
Sebenarnya, jika dilibatkan pun mereka tetap akan mengalami kesulitan untuk saling memahami, sebab ada persoalan pada paradigma mereka. Dialog menjadi tidak efektif jika kemampuan memberi dan menerima belum dimiliki. Hal ini sulit terwujud selama paradigma masing-masing tidak direkonstruksi lebih dulu. Atas dasar itu gagasan dialog peradaban, sejatinya diawali dengan rekonstruksi peradaban.
Peradaban Barat dan Islam
Kemajuan peradaban Barat telah mengikis "kearifan perennial" ketika alam ditempatkan sebagai mesin raksasa yang bekerja secara mekanistik dan deterministik. Tuhan, dalam paradigma Barat, telah tergeserkan dengan hukum alam yang bekerja secara matematis. Di sinilah materialisme berjaya, yang merayakan empirisme dan positivisme sebagai kebenaran tertinggi. Paradigma ini berakar kuat dari arsitek modernisme, Rene Descartes dan Newton, dan dipakai diseluruh disiplin keilmuan (Sosiologi, Biologi, Psikologi, dll). Atas dasar itulah Arnold Toynbee menyebutkan bahwa telah terjadi ketimpangan besar dalam peradaban Barat. Di satu sisi sains dan teknologi berkembang pesat, di sisi lain kearifan moral dan kemanusiaan tidak mengalami perkembangan (Choose Life: A Dialogue, 1976). Rekonstruksi peradaban dimaksudkan agar dapat meninjau ulang pandangan yang mendasari peradaban. Sebagaimana telah dijelaskan di awal, peradaban Barat memiliki akar yang kuat dalam paradigma Cartesian-Newtonian. Sebenarnya beberapa ilmuwan Barat sendiri telah mulai melakukan kritik dan rekonstruksi, agar Barat lebih memiliki "kearifan perennial". Gerakan posmodernisme yang diwakili sayap rekonstruktif semacam Paul Ricouer, Gadamer, Fritchof Chapra, Gary Zukav, dll misalnya, telah banyak memberikan kontribusi bagi perbaikan tersebut (Bambang Sugiharto, 1996). Sayangnya, pandangan ini belum dihayati secara mendalam oleh para pengambil kebijakan di Barat (baca: Amerika). Jadi tugas awal dalam membangun dialog peradaban adalah merubah paradigma lama dalam benak mereka, dan itu adalah tugas cendekiawan Barat. Sedangkan untuk Islam kita perlu melakukan "kritik nalar Islam", maksudnya sebagai dekonstruksi atas "nalar klasik", yakni dekonstruksi terhadap epistemologi yang digunakan dalam mengkonstruksi ajaran Islam. Dalam pemikiran Islam, kritik nalar diperkenalkan oleh beberapa pemikir Islam terkemuka, seperti Mohammad Abed Al-Jabiri, Mohammed Arkoun, Nashr Hamid Abu Zayd, Abdullahi Ahmed An-Naim, dll. Mereka secara khusus melakukan penelaahan pada syari'ah Islam, baik pemikiran Teologi, Fiqih, ataupun Filsafat.
Mengubah paradigma lama dalam umat Islam tentu merupakan tugas internal cendekiawan Islam. Dengan begitu, ajakan dialog antar peradaban lebih mudah diwujudkan, dan tidak bergerak di lingkaran kecil yang elitis.

______________________________________________________________
Link ini Memudahkan Anda Untuk Membuka Browser yang Anda inginkan
  • Free Email
  • Search Engine
  • News
  • Web nya Founder
  • Games
  • Humor
  • Informatika
  • Sastra
  • Score Sepak Bola
  • Hosting Murah

  • Kami menyediakan fasilitas SMS gratis buat anda, SMS ini bisa dikirim kemana saja, tapi untuk satu nomor ada masa tenggang selama 30 menit untuk menghindari BOM SMS

    Free SMS



    This page is powered by Blogger

    Design©2004 Boncu All Rights Reserved